FUNGISIDA PADI · DKDUOPRO 490 EC

Jaga pelepah padi dari hawar sejak gejala awal.

Hawar pelepah akibat Rhizoctonia solani dapat berkembang dari bagian bawah rumpun pada kondisi yang mendukung. DKDuoPro 490 EC membantu pengelolaan penyakit dengan sifat protektif dan kuratif sesuai petunjuk label.

Prokloraz 400 g/L + propikonazol 90 g/L · Formulasi EC

DKDuoPro 490 EC · foto kemasan produk

TANTANGAN DI LAPANGAN

Kenali gejala sebelum penyakit meluas.

Amati pelepah pada bagian bawah rumpun. Lesi dapat tampak berwarna pucat dengan tepi kecokelatan; kondisi lembap dan kanopi yang rapat mendukung perkembangan hawar pelepah. Pastikan diagnosis lapangan sebelum menentukan tindakan.

Gejala hawar pelepah pada padi akibat Rhizoctonia solani; foto Peggy Greb, USDA ARS, domain publik

Sasaran: hawar pelepah

Rhizoctonia solani pada pelepah padi. Foto gejala: Peggy Greb, USDA ARS (domain publik).

padi

Tanaman: padi

Fokus aplikasi pada pertanaman padi sesuai informasi produk terdaftar.

PERAN DKDUOPRO 490 EC

Dua bahan aktif dalam satu formulasi.

Prokloraz 400 g/L

Komponen fungisida dalam formulasi DKDuoPro 490 EC.

Propikonazol 90 g/L

Melengkapi kombinasi bahan aktif untuk pengelolaan hawar pelepah.

Protektif & kuratif

Posisikan aplikasi secara tepat berdasarkan hasil pengamatan di lapangan.

PROGRAM PENGGUNAAN

Keputusan aplikasi dimulai dari pengamatan.

01 · Inspeksi

Periksa pelepah bawah dan sebaran gejala pada beberapa titik petak.

02 · Tentukan waktu

Pertimbangkan aplikasi preventif atau saat gejala awal terlihat sesuai petunjuk label.

03 · Jaga cakupan

Kalibrasi alat dan arahkan semprotan agar mencapai bagian tanaman yang perlu dilindungi.

04 · Evaluasi

Pantau perkembangan penyakit dan rencanakan pengelolaan penyakit terpadu.

Rujukan aplikasi pada halaman produk: dosis 0,75 mL/L dan volume semprot 300–500 L/ha. Selalu ikuti label terdaftar, ketentuan keselamatan, dan rekomendasi teknis sesuai kondisi lapangan.

LANGKAH BERIKUTNYA

Diskusikan program perlindungan padi Anda.

Tim Danken dapat membantu meninjau kondisi lapangan, pemilihan produk, dan informasi ketersediaan melalui jaringan mitra.